JAPA YOGA

MARKANDEYA JAPA YOGA.

10384448_773999612668576_3636812490533354487_n

JAPA YOGA merupakan pelatihan Yoga tingkat ke 5 dalam Yoga Sastra, pelatihan ini akan terhubung dengan Cakra Wishuda dan Peningkatan Kundalini,

Pada jaman ini, manusia dengan segala aktivitas hidupnya berkejar-kejaran dengan waktu. Sehingga sebuah tujuan utama untuk terlahir kedunia sering terabaikan. Latihan-latihan spiritual menjadi terlupakan dengan kekurangan waktu menjadi sebuah alasan pembenar. Padahal latihan-latihan spiritual mampu meningkatkan kinerja dalam menjalankan aktivitas.
Pilihan melaksanakan yoga dianggap berat disebabkan kekurangan waktu dan juga keadaan tubuh manusia kini telah tidak baik, sehingga japa merupakan jalan yang mudah untuk menuju realisasi realisasi dan pencerahan diri.

JAPA YOGA  adalah pengulangan setiap ucapan dengan menyebut nama Tuhan dengan terus menerus.JAPA YOGA merupakan hal penting dalam tahapan pelatihan dari yoga. JAPA YOGA merupakan Tahapan kelima dalam mengasah kesadaran dalam pelatihan Yoga di Markandeya Yoga Indonesia sesuai Yoga Sastra Dwipantara Nusantara.

JAPA YOGA harus menjadi kebiasaan yang didasari sifat sattvika, kemurnian, prema dan sraddha. Seseorang harus melakukan JAPA YOGA dengan sungguh-sungguh  dengan segala ketulusan dan penuh percaya, lakukanlah JAPA YOGA dengan penuh perasaan ,jiwai makna yang terkandung dalam ucapan bhatin. Rasakan kehadirannya dimana-mana dan pada segalanya. dalam Markandeya JAPA YOGA dapat memberi apapun yang diinginkan yang akhirnya mengakibatkan penyatuan dengan Tuhan.

Manfaat JAPA YOGA adalah memurnikan hati, meneguhkan pikiran, menghancurkan sad ripu, memusanahkan siklus kelahiran dan kematian, membakar dosa-dosa, menghanguskan samskara, melenyapkan keterikatan, membasmi segala keinginan, menghilangkan ketakutan, melenyapkan khayalan, kedamaian tertinggi, mengembangkan kasih sayang, membawa kesadaran tuhan, menganugrahkan kebahagian abadi, membangunkan kundalini, memberikan pemandian spiritual yang indah, menyegarkan dan menyenangkan.

Ada dua macam Markandeya JAPA YOGA, vacika dan manasika.

Didalam vacika terdapat dua macam yang pertama upamsu, pengucapan dengan ucapan nama Tuhan diulang-ulang dengan gerakan dari bibir, tetapi tanpa mengeluarkan suara. yang kedua adalah oral, dimana gerakan bibir disertai dengan suara.

Dalam manasika (japa pikiran), ada dua metode. yang satu adalah pengulangan pikiran dan yang satu lagi adalah semedhi atas napas yang disebut ajapa-japa. Untuk pemula sebaiknya, kedua jenis japa itu dilakukan secara bergantian untuk menghilangkan godaan-godaan serti rasa ngantuk, malas selama berjapa.

Dalam pelaksanaan JAPA YOGA harus diperhatikan:

1) waktu yang tepat untuk melaksanakan japa disaat pagi hari pukul 4- 7, diwaktu senja pukul 16.00-17.00.
2) tempat yang pasti, lakukanlah ditempatyang suci, aman dan nyaman, serta duduk  ditempat yang sama setiap hari karena akan banyak memberikan keuntungan.
3) posisi duduk, menghadap ke utara atau ketimur, karena cahaya Nya muncul dari arah timur atau utara, usahakan sikap duduk yang dialukan diambil dari yoga asanas sehingga membantu kemantapan pikiran, pengendalian sifat rajas dan membantu konsentrasi. usahakan sikap waspada dan siaga agar tidak mudah diserang rasa ngantuk.
4) pengulangan ucapan yang tetap agar menghasilkan hasil yang baik,
Japa Yoga itu sangat mudah dan sederhana bahkan anak kecil dengan mudah dapat melakukannya
Pada awalnya konsentrasikan pikiran kepada suara yang keluar supaya jangan ada kesalahan, kekurangan atau kelebihan atau kekeliruan dalam pengucapan, begitu pula berjapa dengan tanpa keluar suara jangan sampai salah ucapannya, kurang
lebih atau keliru.

Posisi yang baik adalah duduk tegak seperti orang pranayama, ada juga orang berJAPA YOGAsambil berdiri,berjalan jalan yang penting pikirannya terfokus kepada ucapannya itu sendiri. Jadi kalau lihat orang berjalan membawa mala sedang komat kamit atau tidak keluar suara sama sekali ,ia mungkin lagi berjapa.

Tidak diperlukan ada gerak tangan seperti mudra dalam berjapa. Santai saja pusatkan pikiran kenama suci Tuhan itu.
Tidak perlu perlakuan yang khusus untuk berjapa karena JAPA YOGA itu adalah penyucian itu sendiri.

Pakailah ucapan berjapa sesuai dengan petunjuk guru kerohanian anda, Hyang Rsi Markandeya.

Gunakan rudraksa yang terdiri dari 108 manik japa.atau yg lain

Gunakan ibu jari dan jari tengah kanan saja untuk memutar japa mala. Jangan menggunakan jari telunjuk.

Jangan berjapa dengan pamrih merengek minta ini minta itu, ucapkan nama suci Tuhan dengan tulus, penuh cinta bhakti.
Ini lagi salah satu kesalahan dalam pengucapan keagungan nama suci Tuhan ketika ada pamrih biar saya kaya, biar saya naik jabatan, biar saya bisa mekeber, biar saya begini, biar saya begitu.
Itulah salah satu kesalahan dari sepuluh kesalahan dalam pengucapan nama suci Tuhan
Saya datang dan sujud dikaki padmaMU karena cinta dan bhakti kepadaMu tidak ada
yang lain ya Tuhan.

Manfa’at Markandeya JAPA YOGA antara lain

Japa membawa kesadaran Tuhan.
Japa menyucikan sang jiva.
Japa membakar dosa dosa.
Japa meneguhkan pikiran
Japa melenyapkan keterikatan
Japa memusnahkan siklus kelahiran dan kematian.
Japa memberikan kedamaian tertinggi.
Japa memurnikan hati
Japa meneguhkan pikiran
Japa menghancurkan sad-ripu
Japa memusnahkan siklus kelahiran dan kematian
Japa membakar dosa-dosa
Japa menghanguskan samskara
Japa melenyapkan keterikatan
Japa memberikan sifat Vairagya
Japa membasmi segala keinginan negatif
Japa menghilangkan ketakutan
Japa melenyapkan khayalan
Japa memberi kedamaian tertinggi
Japa mengembangkan kasih sayang (prema)
Japa menyatukan bhakta dengan Tuhan
Japa memberikan kesehatan, kesejahteraan, kekuatan dan umur panjang
Japa membawa kesadaran Tuhan
Japa menganugrahkan kebahagiaan abadi
Japa membangunkan kundalini
Japa memandikan badan halus atau lingga sarira atau badan astral secara menakjubkan
Japa merupakan sabun ilahi yang hebat bagi pikiran yang membersihkan segala bentuk ketidak murnian.

PRAKTEK MARKANDEYA JAPA YOGA.

1. Berdoa memohon berkat Tuhan Yang Maha Kuasa.
2. Berdoa Mohon berkat Guru, dengan ucapkan Om Markandeya Ya namah sebanyak 3 kali.
3. Lanjutkan dengan Mulai Berjapa menggunakan Rudraksa 108. Lantunkan Mantra di bawah ini:

Om Tryambakam Yajamahe
Sugandhim Pushtivardhanam
Urvarukamiva Bandhanan
Mrityor Mukshiya Maamritat

Arti:
“Marilah kita menyembah Shiva (Dia satu yang bermata tiga), yang suci (wangi) dan yang memelihara semua makhluk. Sama seperti mentimun matang secara otomatis dibebaskan dari keterikatannya dengan menjalar, mungkin kita akan dibebaskan dari kematian (tubuh kami yang fana dan kepribadian) dan diberikan (mewujudkan) alam keabadian kita. ”

Penjelasan:
Om, Kami menyembah Dewa Siwa yang bermata tiga, yang secara alami wangi, sangat penyayang dan yang merupakan pelindung para bhakta. Menyembah Dia mungkin kita akan dibebaskan dari kematian demi keabadian seperti mentimun matang dengan mudah memisahkan diri dari tangkai mengikat. Oleh Yang Mulia, biarkan aku berada dalam keadaan keselamatan (moksha) dan diselamatkan dari cengkeraman kematian yang menakutkan.

Pengaruh / Efek Mantra:
Maha Mrityunjaya mantra adalah mantra yang dikatakan meremajakan, melimpahkan kesehatan, kekayaan, panjang umur, perdamaian, kemakmuran dan kepuasan. Mantra adalah teknik lama yang sudah berabad-abad, menghubungkan tiap umat untuk sampai pada kesadaran murni dan kebahagiaan.

Doa ini ditujukan untuk dewa Siwa. Dengan melantunkan mantra, getaran Tuhan yang dihasilkan yang menangkal semua kekuatan negatif dan jahat dan membuat perisai pelindung yang kuat. Dan dikatakan untuk melindungi orang yang mengucapkannya terhadap setiap jenis kecelakaan dan kemalangan . Ini adalah getaran yang berdenyut melalui setiap sel, setiap molekul tubuh kita dan merobek selubung ketidaktahuan. Ia membakar api dalam diri kita yang mengkonsumsi semua negativitas kita dan memurnikan seluruh sistem kami. Hal ini juga dikatakan memiliki penyembuhan yang kuat terhadap penyakit yang dinyatakan tidak dapat disembuhkan. Ini adalah mantra untuk menaklukkan kematian dan menghubungkan kita dengan ketuhanan batin kita sendiri.

BUKTI KISAH KEHEBATAN MARKANDEYA JAPA YOGA .
1.Masa Kecil MarkandeyaDikisahkan seorang Rsi Agung yaitu Mrikandu dengan hidup bersama istrinya bernama Marudvati. Lama beliau tidak dikarunia Anak Hidupnya tersa kosong dan sangat ingin memiliki anak. Akhirnya mohon anak dengan berkat dari Dewa Siwa. Rsi Mrikandu melkukan Yoga Semadi memuja Dewa Siwa dengn psrah total, Karena melihat ketekunan Semadinya mampu membuat Dewa Siwa menampakan Dir dan muncul dihadapan Rsi Mrikandu.
Dewa Siva menampakkan diri kepadanya, dan berkata, “Saya senang dengan Anda, Mrikandu. Saya tahu apa yang and inginkan, anda ingin memiliki anak. Katakan padaku, apakah Anda ingin seratus anak, yang akan tinggal untuk waktu yang lama, tapi semua akan bodoh?
Atau, apakah Anda ingin satu anak yang sangat cerdas, yang akan hidup hanya enam belas tahun? ” Ini pilihan yng Aku berikan pada mu.

Resi Mrikandu langsung berkata, “Dewa Siwa, sya mohon berikan saya satu anak yang cerdas cerdas saja.”
Dewa Siva setuju dan berkata, “Bagus! Rsi Anda akan segera memiliki dia.” Aku akan menganugrahkan anak ini kepada mu.
Setelah penganugrahan itu, tidak berselang lama istrinya Rsi Mrikandu mengandung , selanjutnya anaknya lahir.

Segera resi mendapat anak laki-laki. Dia dan istrinya sangat bahagia ,Dia memberi nama Markandeya kepada anaknya. Anak itu tumbuh menjadi sangat cerdas dan tampan. Resi memberikan dia benang suci untuk menjagny. Markandeya belajar kitab Veda dan Sastras, dengan cept dan mudah mudah. Semua orang dari orang biasa dan para rsi menyukainya.

Dan ketika anak itu berumur enam belas tahun , Rishi Mrikandu menjadi sedih dan setiap hari sedih. Karena terus melihat ayahnya sedih ,Suatu hari Markandeya bertanya kepada ayahnya: “Ayah, mengapa kau tampak begitu sedih?”

Karena didesak akhirnya Resi Mrikandu mengatakan sejujurnya, “Anakku! Apa yang harus kukatakan? Ketika Dewa Siva memberi anaku kepada ayah, dia bilang kau akan hidup hanya enam belas tahun. Anda sekarang akan mencapai usia itu. BagaimanaAyah dan ibu yang melahirkan ananda rela kehilangan dirimu seperti yang kita tahu akan terjdi pada akhir tahun ini? ”

Markandeya berkata, “Ayah! Mungkin itu alasannya? Dewa Siva sangat baik untuk-penyembahnya. Anda sendiri mengatakan kepada saya bahwa. Dewa Siwa telah menyelamatkan banyak mahluk dari kematiannya. Saya telah membaca tentang hal itu dalam Purana dan mendengarnya dri banyak Rsi. Aku segera akan melakukan ritual ini memuja Dewa Siva dan malam dari hari ini akan mulai saya lakukan . saya yakin, Dia akan menyelamatkan-aku juga! ”

Rishi Mrikandu sangat senang mendengar anaknya mengatakan ini. Dia memberkati anaknya.

Markandeya membangun Siva-Lingga di sebuah tempat di pantai laut. Dia mulai menyembah Dewa Siva pagi, siang dan malam. Dia menyanyikan kidung suci, dan sambil menari dalam sukacita.

Dalam mitologi Hindu, Dewa Yama adalah Dewa Kematian. Dia bersama dengan prajuritnya mengumpulkan jiwa-jiwa orang mati.

Yama menyadari bahwa waktu Markandeya di bumi naik. Dia mengirim dua hambanya untuk mencabut jiwa Markandeya itu.

Namun pada saat ini Markandeya begitu tenggelam dalam meditasi bahwa cahaya sengit aneh muncul dari dia. Cahaya dari dia kelihatan begitu terang , sehingga prajurit Yama tidak bisa dekat dengannya. Mereka gagal membunuh Markandeya.
Menghadapi kegagalan untuk pertama kalinya, para pelayan kembali dengan kecewa dalam hatinya dan lapor pada Dewa Yama,’Guru, kita tidak bisa mendekatinya. Ada sesuatu yang datang dari dia. Sesuatu yang sangat terang …. ‘Para pelayan menggelengkan kepala mereka, “Itu sangat cerah dan kuat sehingga hampir membakar kami …’

Dewa Yama mengangguk, “Tidak apa-apa. Aku akan mengurus ini .. ” Dewa Yama kemudian mengambil tali dan duduk di kendaraan kerbau dan datang dekat Markandeya. Dewa Yama menyadari bahwa Markandeya adalah murni dan telah menjalani kehidupan yang baik. Yang melindunginya. Itulah yang telah mengusir para pelayannya.

Tapi Yama adalah Dewa Kematian. Orang baik atau tidak, tak seorang pun lolos darinya. Namun seperti Markandeya adalah seorang anak yang mulia, Dewa Yama membuat dirinya terlihat oleh Markandeya.

‘Markandeya’ Dewa Yama berbicara sereus, ‘waktu Anda di bumi sudah habis …’

Markandeya membuka matanya dan menatap Dewa Yama. Namun Markandeya tidak merasa takut. Dia menatap Dewa Yama. “Aku tidak akan pergi dengan Anda … Tuhanku akan melindungi saya … ‘

Dewa Yama mengulangi, ‘waktu Anda di bumi sudah habis. Aku datang untuk menjemput Anda … ‘

Markandeya tersenyum menggeleng dan memeluk lingga shiva erat. Menyadari bahwa ia tidak punya pilihan, Dewa Yama melemparkan tali di sekeliling leher Markandeya untuk menarik keluar jiwanya. Markandeya memejamkan matanya Selamatkan aku Tuhanku …

Markandeya terkejut ketika ia merasakan lingga bergerak dengan mata tertutup. Dia membuka matanya dengan takjub.

Markandeya sangat senang untuk melihat Tuhan bermata tiga di hadapannya. Keinginannya telah terpenuhi. Dia telah melihat Dewa Shiva sekarang …

Markandeya tiba-tiba merasa seperti seolah-olah dia berada di dalam perisai pelindung. Tidak ada yang bisa menyakitinya sekarang … Markandeya melihat Dewa Yama dan tersenyum … Bahkan tidak mati

Namun Dewa Shiva marah pada waktu itu. Setiap baris dari wajah Shiva adalah tampak sengit dengan kemarahan. Dan trisula Siwa dibesarkan dan menunjuk Dewa Yama, yang telah menjatuhkan jerat dan mundur ketakutan.

‘ANDA BERANI MENGGANGGU DIA!’ Dewa Shiva berteriak marah, mengancam untuk membuka mata ketiga.

‘Ya Tuhanku … “Yama berkata,’ waktu-Nya di bumi sudah habis. Aku datang …menjemputnya ‘

‘DIA AKAN HIDUP SELAMANYA! … …’ Shiva mengambil trisula dan menusuk DewaYama. DewaYama mencoba menghindari trisula, tapi DewaYama tertangkap senjata tertncap di dadanya. Ia jatuh dan meninggal. Dewa Kematian sudah mati! Namun ,

Segera Dewa Indra dan dewa lainnya muncul di hadapan Dewa Siwa, yang masih melihat Dewa Yama dengn marah.

Dewa Indra menatap wajah damai Markandeya dengan takjub. Anak itu telah melakukan apa yang tidak mampu dilakukan orang sebelumnya.

Indra berbalik dan bersujud pada dewa Siwa, Kita perlu memiliki Dewa kemtian .Tanpa kematian, tidak akan ada keseimbangan di bumi … Orang-orang akan terus lahir dan tidak pernah mati. Itu bukan cara hidup. Hidup ini tidak dimaksudkan untuk menjadi seperti ini. Aku mohon Dewa Siwa … Berikan hidupkan Dewa Yama kembali. Sehingga keseimbangan hidup dapat dikembalikan … “kata Indra menunjuk kearah Dewa Yama.

Mendengar kata-kata Dewa Indra, Dewa Siwa menjadi jinak. Dia mengangguk pelan, “Ya … Ya … Dewa Yama akan memiliki hidupnya kembali … jika … ‘Dewa Siwa memandang Markandeya yang masih memandang Dewa Siwa seolah-olah dia telah menemukan harta karun terbesar di bumi. Dewa Siwa tersenyum di Markandeya, ‘.. jika Markandeya terhindar … Markandeya akan hidup selamanya. Dia akan menjadi orang yang memiliki kemampuan menaklukan kematian … ‘

Deva menyadari bahwa ini adalah kesepakatan yang adil dan diterima kondisi.

Dewa Yama membuka matanya saat luka di dadanya sembuh. Dewa Yama memandang Markandeya, tersenyum dan terus menghilang dari sana. Deva yang lain juga kembali ke langit.

Markandeya kemudian jatuh di kaki Dewa Siwa, ‘Tuhan saya ingin, pernah melihat kamu ‘

Dewa Siwa tersenyum, ‘Kembalilah kepada orang tua Anda Markandeya. Menjaga mereka untuk hidup mereka. Setelah itu lakukanlah farma yatra di muka bumi dan menjadi damai melakukan apapun yang Anda inginkan. Anda memiliki berkat saya. Anda akan tetap berusia enam belas tahun untuk selama-lamanya. Anda akan selalu memiliki berkat saya .

Markandeya kembali ke orang tuanya yang sangat gembira mendengar ceritanya. Markandeya adalah anak yang baik dan tampak sangat baik setelah orang tuanya. Dia tidak pernah berusia lebih dari enam belas ….
Doa Mahamrityunjaya Mantra. penghalang dari maut ini dirahasiakan oleh Markandeya, dan hanya akan diberikn pada bhaktanya yang meminta dan memuja Siwa.
Sejak hari itu, bentuk api Siwa yang muncul untuk menyelamatkan anak- Dan Rsi Markandeya disebut Kalasamhara Murti artinya dpt melht wujud Dewa Siwa atau Kalari, dia mmpu berwujud Dewa Siwa atau siwa yang kedua.

Markandeya akhirnya pulang, dan jatuh di kaki orang tuanya. Mereka memeluknya, dan menangis dengan sukacita. Dalam pertumbuhannya Markandeya menjadi Rsi yang Agung, dan hidup selamanya.

2. HIDUPNYA KEMBALI DEWA BULAN ATAU CHANDRA MA.

Chandra Ma adalah menantu dari Prajapati Daksa, ..karena sangat marah dengan Chandra Ma, Prajapati Daksa membunuh Chandra Ma….akibat kematian cahandra ma, alam menjadi tidak seimbang, akhirnya Dewi Sati menemui Para Rsi, untuk meminta solusi….Para Rsi mengatakan , Hanya Rsi Markandeya yang memiliki Mantra Shakti ini, silahkan meohon petunjuk padanya. Akhirnya Dewi Sati menemui Hyang Rsi Markandeya, dengan mengutarakan maksudnya….dengan memohon berkat Dewa Shiwa, akhirnya Rsi Markandeya menganugrahkan Mantra Mertyu Jaya, dalam sebuah Shiwa Linggam, untuk di tempatkan di samping Mayat Cahndra Ma, dan semua Rsi akhirnya mengumandangkan Mantra Mertyu Jaya ini, .. keajaiban terjadi, akhirnya Dewa Shiwa datang menghidupkan kembali Chandra Ma.,.. dan untuk melindungi selalu Chandra Ma, Dewa Shiwa menempatkan di Kepala Nya.

3. SEBAGAI MANTRA PEMUJAAN MALAM SHIWA RATRI.

Adalah seorang Raja yang bernama Windhu Sara, selalu hidupnya di intai kematian oleh musush-musush di dekatnya, Raja ini samapai dua kalu mengalami pembunuhan, Namun selalu di selamatkan oleh Dewi Darma, ibunya Ashoka, dengan ucapkan mantra ini dalam pengobatannya… sejak saat itu seluruh kerajaan Magada , menggunakan mantra ini dalam Shiwa Ratri Pujanya, untuk melindungi negaranya dari mara bahaya . Dan Ashoka juga, selalu mengumandangkan Mantra ini dalam setiap penebusan dosanya….untuk keselamatan hidupnya, karena dia menjadi incaran untuk di bunuh , sebeb sebagai penerus Kerajaan MAGADA.

  1. ASHOKA BEBAS DARI BAHAYA.

Saat Ahoka ikut belajar di Patali Putra kerajaan Magada…dia selalu mendapat siksaan malah mau di bunuh, karena perebutan kekuasaan . Namun Ibunya Dewi Darma , menasehati dia agar selalu berjapa Tryambhakam, mohon perlindungan. Diapun di berkati.

  1. PEMBUNUHAN DEWI DARMA.

Dewi darma karena diketahui penyamarannya di Magada , ingin dibunuh oleh prajurit, dan Ashoka, melindungi ibunya dengan Mantra Tryambhakam, ibunya ternyata selamat.

  1. MAHAPUTRA.

Anak keturunan kerajaan MEWA, selalu ingin disingkirkan oleh pihak kerajaan yang ingin kekuasaan, dia celakai oleh Guru Gulatnya atas perintah permaisuri. Dia dilindungi Mantra Tryambhakam oleh Guru Asrmannya, dia selamat.

  1. PERLINDUNGAN BIMA.

Pada saat kecil Bima di beri racun dan di buang kelaut oleh Sakuni dan duryadana, untuk di bunih. Namun Dewi Kundi, melindungi dia dengan mantra Tryambhakam didepan lingga Shiwa. Bimapun di selamatkan oleh Naga Basuki, yaitu Naga yang dikalungakan di leher Dewa Siwa. Dia selamat.

6. KISAH KECIL GURU MADE SUMANTRA.

Om Markandeya Ya Namah.

Maapkan hambaMu ya Rasi Agung. Hamba Bakta Sujati mu yang telah menerima sentuhan Rohanimu sejak dalam kandungan Ibuku Dan ku Mohon juga selalu memberikan pencerahan Baru tentang Mu dan .
Hamba teringat perlindunganMu pada hamba dari kecil. Orang Tua Hamba pernah bercerita pada hamba. Katanya Hamba di lahirkan di Goa Gamang, dekat dengan Pura Pucak Payogan, dan lahir dalam genangan air Goa. Karena saat itu, keadaan politik kurang aman orang Tua hamba bilang Jaman Gestok. Orang harus sembunyi untuk mengamankan diri. Ibu Hamba bilang kelahiran Hamba di Bantu Seorang Rsi berjengot Putih. Ibu Hamba tidak tahu siapa nama Rsi itu. Namun Hamba yakin itu dirimu Maha Rsi Markandeya.
Pada saat hamba umur 3 bulan , katanya hamba diyakini meninggal karena , pada saat itu ada gempa menggoncang Bali. Ibu hamba meletakan hamba di lantai dekat jendela dan ditinggalkan memasak di dapur . Karena goncangan gempa yang besar , rumah hamba roboh dan jendala katanya jatuh menimpa Hamba. Ibu hamba langsung pingsan karena meyakini hamba pasti meninggal. Dengan bantuan warga satu persatu reruntuhan di bersihkan dan ibu hamba menemukan hama tanpa luka dan katanya tersenyum. Ibu hamba tidak yakin dan memang hamba masih hidup.Ibu Hamba melihat Orang Tua jangut putih lagi di samping hamba. Dan mendengarkan sebuah mantyra terucap namun orang tua hamba tidak paham , mantra apa itu.Inilah bukti perlindunganmu pada hamba dan hamba yakin Rsi Agung punya tujuan untuk ini. Om Markandeya Ya Namah.
Dan selama hidup Hamba selalu merasa dekat dengan Mu dan selalu dalam tuntunanMu. Hamba selalu menapak tilas perjalananmu dengan tirta yatra dan selalu mencari tahu tentang mu dengan berbagai sumber dan hamba cocokan dengan hasil intuisi Jiwa hamba. Jawaban tentang mu selalu muncul dalam diri , pengetahuan rohanimu selalu muncul dalam rohani Hamba. Selalulah berkati.
Sekarang hamba menyebarkan ajaran yoga Mu, dengan tujuan pengetahuan kepada bakta Pasraman Markandeya Yoga. Dan dengan berkatmu siapapun yang melaksanakan ajaranmu semoga rohaninya dicerahkan. Om Markandeya Ya Namah.

Hamba Mohon semoga tiada halangan.
Om Shanti Shanti Shanti Om.

Semoga Terberkati
Guru Made Sumantra
Markandeya Yoga Indonesia.
www.markandeyayoga.wordpress.com

Hp: 087861187825

Advertisements