KARMA YOGA

KARMA YOGA.

mandara-spa-reception-164

Karma Yoga merupakan pelatihan Yoga tingkat 3, yang akan menyentuh pengembangan Cakra Manipura dan kenaikan kundalini di kesadaran ke tiga kita ,

Karma Yoga adalah jalan pengabdian  kepada  Tuhan dan segala ciptaan Nya dengan dengan berbuat  yang tulus iklas tanpa pamrih. Dalam pandangan Guru Made Sumantra, hal ini berarti ‘bekerja untuk kerja itu sendiri’, terlepas dari segala bentuk ikatan (egoisme) atau ikatan terhadap hasil kerja, karena segala bentuk keakuan ‘aku’ dan ‘punyaku’ adalah penyebab segala kesusahan, segala bentuk keakuan akan membuat manusia terikat kepada sesuatu dan manusia itu akan hidup sebagai budak. Semakin sering seseorang mengatakan ’ini aku’ dan ‘punyaku’ akan semakin banyak belenggu yang mengikat dan semakin banyaklah perbudakan-perbudakan. Oleh karena itu, menurut Guru Made Sumantra, Karma Yoga mengajarkan kepada manusia untuk menikmati segala keindahan gambaran-gambaran dunia, tetapi jangan mempersamakan diri kita dengan salah satu diantaranya.

Jadi Dalam Pelatihan Karma Yoga pertama-tama yang harus dihancurkan adalah kecenderungan hati untuk menciptakan tunas-tunas keakuan ini. Apabila kekuatan untuk mengekang telah dimiliki, maka jangan membiarkan pikiran memasuki jalan-jalan keakuan. Setelah itu manusia boleh memasuki dunia dan bekerja sebanyak yang dapat dilakukannya.

Dalam hidupnya ini manusia tidak bisa lepas dari kegiatan kerja.

Seorang Guru Yoga akan mengajarkan yoga sebagi karma hanya sebagai tugas yang ia emban dalm hidup, dan bukan terikat pada hasil dari kerja itu. Sebab kalau terikat hasil, mungkin seorang guru Yoga, akan merasa kecewa karena murid sedikit, atau bayaran yang tidak banyak. Semuanya harus di sadari segala hasil karma di tentukan oleh ketulusan kita dalam berkarma, dan Tuhan akan memberikan hasil atau penilaian dari terbukanya jalan berikutnya. Seorang pekerja yang terikat gaji , akan bekerja setengah hati karena gaji sedikit. Seorang peimpin akan bekerja setengah hati kalau terikat banyaknya dukungan.  Dan banyak lagi contoh lain yang kita alami dan jadikan pelajaran Karma Yoga.

Orang yang tulus dalam berkarma Yoga, akan dibuktikan dari perkembangan karya-karyanya, dan terbukanya pintu peluang untuk karma berikutnya. Hanya ini sebagai bukti nyata diri kalau sudah mendapat berkat dalam KARMA YOGA. Bukan dibuktikan oleh, bayaran tinggi, sanjungan manis dan sebagainya.

Hal ini dejelaskan dalam Bhagavadgita III.4 dan III.5:

III.4 Na karmanam anaranbhan

Naiskarmyam puruso ‘snut

Na ca samnyasanad eva

Siddhim samadhigacchati

Artinya: orang tidak akan mencapai kebebasan karana diam tanpa kerja, juga takkan mencapai kesempurnaan karena menghindari kegiatan kerja.

III.5 Na hi kascit ksanam api

Jatu tisthaty akarmakrit

Karyate hy avasah karma

Sarvah prakrtijair gunaih.

Artinya: tidak seorangpun tidak bekerja walaupun untuk sesaat jua,  karena dengan tiada berdaya manusia dibuat bertindak oleh hukum alam.

Jadi selama menjalani hidup didunia ini, manusia tidak bisa menghindarkan diri dari tindakan kerja. Berpikir adalah merupakan suatu tindakan atau kerja. Berjalan, berbuat sesuatu, dan sebagainya adalah suatu tindakan atau kerja, dan semua orang tidak dapat menghindarinya.

Dalam pola pemikiran manusia yang belum tercerahkan, manusia bekerja untuk kepentingan diri sendiri sehingga didalam bekerja, yang menjadi motivasinya adalah kepuasan diri. Kemudian seiring dengan berkembangnya pola pikir manusia yang mulai mengenal kehidupan masyarakat, motivasi kerja manusia mulai beralih demi kepentingan bersama.

Prinsip KARMA YOGA ini mengoyak masyarakat untuk meninggalkan segala bentuk praktik pragmatis untuk tujuan-tujuan sesaat.

,” Kita telah berbicara banyak seperti burung beo, tetapi tidak mempraktekkannya. Berbicara banyak tetapi tidak bekerja, hal ini telah menjadikan kebiasaan buruk bagi kita. Apa sebab? Kelemahan badan jasmani. Badan jasmani lemah, otak lemah, tidak dapat melaksanakan suatu kerja yang besar. Pertama-tama jasmani harus kuat dulu,dengan Pelatihan Hatha Yoga, selanjutnya Hubungan social harus bagus dulu dengan  berlatih Tantra Yoga, selanjut menyusul akan terbukanya kesempatan bertindak KARMA YOGA. Orang merasa puas sesaat dengan kegelapan tindakannya, dari pada menemui kepuasan Sujati melalui Jalan Yoga. Orang lebih puas kalau sukses sendiri ketimbang sukses bersama – sama. Orang lebih suka memelihara kemiskinan orang lain agar bisa dijadikan budak, ketimbang membantu nya keluar dari kemiskianan, orang merasa puas memnafaatkan kebodohan orang lain agar bisa dibohongi, ketimbang bersama-sama menjadi cerdas. Inilah perlunya Pelatihan Karma Yoga,  untuk mengontol objek kepuasan diri. Orang pintar bicara akan menjadi bohong kelau tidak pintar bertindak. Etika dalam hidup akan menguji, apa yang diomongkan burung Beo”.

Pandangan tersebut tentu saja sangat relevan dengan kehidupan kita bahkan hingga saat ini. Kehidupan spiritual itu dibangun dengan suatu tindakan kerja, dan untuk mewujudkan tindakan kerja tersebut, seseorang harus memiliki badan fisik yang sehat dan kuat sehingga akan lebih memudahkannya untuk membangun spiritualnya.

Pelatihan KARMA YOGA  menunjukkan kepada manusia cara yang terbaik untuk menolong dirinya, melepaskan segala ikatan, sekalipun sangat berat. Bagi mereka yang tidak percaya kepada Tuhan, mereka hanya harus bekerja atas kemauan sendiri, dengan tenaga, pikiran dan kemampuan membedakan sendiri. Sedangkan mereka yang percaya kepada Tuhan ada jalan lain yang jauh lebih ringan yaitu dengan menyerahkan hasil kerja mereka kepada Tuhan, bekerja dan tidak pernah terikat oleh hasilnya.

Seorang Karma Yogi bekerja karena memang itu adalah sifatnya, karena ia merasa bahwa bekerja adalah baik baginya dan diluar itu tiada mengandung maksud tertentu. Kedudukannya didalam dunia adalah sebagai pemberi dan tidak meminta sesuatu apapun sebagai gantinya, dan karena itu ia dapat membebaskan diri dari cengkraman derita.

Pandangan ini dalam implementasinya sangat sulit untuk diterapkan dalam kehidupan seseorang. Setiap orang pasti memiliki suatu motif dalam melakukan tindakan kerja, hal ini dikarenakan manusia memiliki kebutuhan-kebutuhan untuk menunjang hidupnya. Sehingga sangant sulit untuk menemukan seorang Karma Yogi yang benar-benar bekerja tanpa pamrih. Jadi ANDA harus menjadi pelopornya sebagai bukti penganut Karma Yoga.

Seorang Karma Yogi, tidak perlu harus percaya akan doktrin manapun juga, Setiap saat dalam hidupnya adalah kesadaran yang harus dicapai melalui kerja, seperti seorang Jnanin dengan akal dan ilmunya atau seorang Bakta dengan cintanya.

Pandangan ini tentu saja mendukung pernyataan bahwa seorang Karma Yogi terlepas dari ikatan apapun atas tindakan atas tindakan kerja yang dilakukannya. Karma Yoga merupakan salah satu jalan untuk mencapai Tuhan melalui jalan kerja tanpa pamrih. Ini berarti bahwa kerja yang dilakukan seorang Karma Yogi adalah untuk mencapai Tuhan, sehingga kerja yang dilakukan merupakan suatu bentuk bhakti kepada Tuhan. Karena bekerja yang baik adalah perintah Tuhan, maka seorang Karma Yoga yang mencintai pekerjaannya adalah seorang yang mencintai Tuhan.

TUJUAN KARMA YOGA.

KARMA YOGA adalah ajaran untuk mencapai ketidakmengutamakan diri melalui jalan kerja, kebebasan akan tercapai dari semua sifat manusia. Setiap pekerjaan yang mengutamakan diri, maka itu berarti langkah mundur bagi tercapainya tujuan. Definisi moral tentang hakekat kerja itu adalah sebagai berikut : ‘ Perbuatan-perbuatan yang sifatnya mengutamakan diri adalah asusila, perbuatan yang tidak mementingkan diri adalah susila’.

Baik buruknya perbuatan yang dilakukan, kedua-duanya akan mendatangkan akibat, pekerjaan-pekerjaan itu akan selalu menghasilkan Phala. Perbuatan baik membawa kebaikan, perbuatan buruk mengakibatkan keburukan. Tetapi baik dan buruk itu merupakan ikatan bagi jiwa manusia, bilaman kita tidak terikat pada suatu perbuatan, maka perbuatan itu tidak dapat mengikat kita.

Seorang Karma Yogi, sekalipun berada pada titik-titik kematiannya,ia harus menolong tanpa mempedulikan dirinya sendiri. “ Andaikata kita ditipu sejuta kalian jangan menyesal dan jangan bertanya mengapa kita harus mengalami hal-hal demikian.

Karma yoga mengajarkan kita “Tidak usah meninggalkan keduniawian, tahanlah segala pengaruh-pengaruhnya sebanyak mungkin, tetapi jika itu hanya untuk kepentingan diri sendiri, jangan dilakukan meski bagaimanapun”.

Yoga sanggup untuk menunjukkan orang mencapai kesempurnaan tanpa pertolongan yang lain-lain. Karena semua Yoga bertujuan sama, semuanya mampu melayani langsung untuk mencapai kebahagiaan tertinggi (Moksha).

“ Hanya orang belum Paham Yoga  yang berpendapat bahwa pekerjaan dan filsafat adalah berlainan. Orang yang berpengetahuan mengerti bahwa nampaknya dari luar seakan-akan berbeda antara pekerjaan dan filsafat,tetapi keduanya berakhir pada tujuan yang sama yaitu mencapai kesempurnaan.

Jadi tujuan hakiki dari Karma Yoga adalah mencapai Moksha dan Jagaditha yaitu dengan cara bekerja (karma). Adapun karma seperti apa yang dapat menuntun kita untuk tujuan tertinggi itu menurut  BHAGAVADGITA.

Bhagavadgita Bab III.19:

Tasmad asktah satatam

Karyam karma samacara

Asakto hy acaran karma

Param apnoti purusah.

Yang artinya: Oleh karena itu laksanakanlah segala kerja sebagai kewajiban tanpa terikat (pada hasilnya), sebab dengan melakukan kegiatan kerja yang bebas dari keterikatan, orang itu sesungguhnya akan mencapai yang utama.

Karma Yoga dalam Kehidupan Masa Kini

Manusia adalah makhluk individu sekaligus makhluk sosial. Sebagai makhluk individu manusia memiliki kepentingan pribadi yang orang lain tidak berhak untuk turut campur didalamnya, dan sebagai makhluk sosial manusia perlu berinteraksi dengan masyarakat disekitarnya.

Adalah sangat menarik untuk membahas bagaimana inplementasi dan seberapa relevankah ajaran Karma Yoga dengan situasi saat ini. Dijaman modern yang serba canggih saat ini, mungkinkah kita bisa mengamalkan ajaran Karma Yoga yang pada hakekatnya adalah melakukan kerja tanpa terikat? Adalah sudah menjadi fakta umum bahwa seseorang bekerja itu memiliki tujuan yang ingin dicapainya. Seorang buruh bekerja mengejar suatu ganjaran yang disebut dengan upah yang biasanya berupa uang. Seorang atlet bekerja untuk mengejar prestasi, medali, kehormatan dan kekayaan. Lantas pekerjaan yang bagaimanakah yang disebut dengan bekerja tanpa terikat? Apakah seoarang buruh harus bersedia untuk diupah kecil atau bahkan tidak diupah sama sekali untuk mengamalkan ajaran ketidakterikatan itu?

KARMA YOGA  mengatakan bahwa keterikatan adalah sumber dari penderitaan. Bisakah kita, yang bisa dibilang adalah makhluk kali yuga  membebaskan diri dari semua keterikatan yang membelenggu?

Apabila seseorang mengetahui hakekat dari bekerja tanpa terikat maka jawabannya adalah bisa. Seorang buruh misalnya, untuk mengamalkan ajaran karma Yoga, bukan berarti dia harus mau bekerja tanpa upah atau bayaran yang tidak layak. Karena bayaran adalah hak yang semestinya kita terima sebagai akibat dari kita melakukan kewajiban berupa bekerja, maka hal itu bukan berarti kita terikat oleh hasil dari pekerjaan itu. Kerja itu adalah karma dan upah yang didapat adalah pahalanya.

Bekerja dengan tenang dan iklas akan membuat seseorang dapat melakukan yang terbaik yang bisa diperbuatnya. Mencintai pekerjaan juga dapat membuat seseorang merasa bahagia. Bagi seorang Karma Yogi, mencintai pekerjaan sama artinya mencintai Tuhan. Apa sebab? Karena sesungguhnya pekerjaan itu berasal dari Tuhan.

Akan sangat jarang ada seseorang yang benar-benar bisa bekerja tanpa keterikatan ini. Semua yang bekerja hampir dipastikan memiliki suatu motif tertentu. Para pertapa sekalipun, yang meninggalkan kehidupan duniawi yang penuh dengan kegiatan kerja, memiliki motif atau tujuan tertentu dari pekerjaannya (bertapa) yaitu untuk mencapai kesadaran jiwa. Bagi kita yang beragama, satu-satunya hal yang perlu dilakukan jika ingin menjadi Karma Yogi yang baik adalah bekerja dengan rasa cinta dan menyerahkan semua hasilnya ( baik atau buruk) kepada Tuhan. Dengan kata lain yang kita perlukan adalah selalu bersyukur akan apa yang kita peroleh sebagai hasil dari kerja itu.

Seandainya dijaman sekarang ini, khususnya di Indonesia, masyarakatnya mengerti akan hakekat dari kerja tanpa terikat ini. Maka bisa dijamin tidak akan ada politikus-politikus dan pejabat Negara yang berhati busuk yang mengejar kekuasaan dengan tujuan hanya untuk menumpuk kekayaan pribadi. Maka tidak akan ada pengusaha yang menghalalkan segala cara untuk mengeruk keuntungan sebesar-besarnya. Maka tidak akan ada petani atau nelayan yang menggunakan obat-obatan kimia secara sembarangan hanya untuk memperoleh laba yang besar. Maka tidak akan ada guru yang memberikan contekan kepada muridnya ketika ujian hanya demi menjaga nama baik institusinya. Maka tidak akan ada kejahatan dan kecurangan dalam seluruh segi kehidupan.

Walaupun memang patut disadari juga bahwa ini adalah jaman kali dimana Dharma hanya berdiri dengan satu kakinya, dan mungkin sudah demikianlah adanya, moral dan ahlak manusia sudah sedemikian merosot, sehingga manusia semakin terikat oleh belenggu dan cita rasa keduniawian. Hal ini jualah mungkin yang menyebabkan manusia semakin lupa akan tujuan terluhur dari hidupnya sehingga kepuasan materi sematalah yang dikejarnya.

MARKANDEYA YOGA INDONESIA

Guru Made Sumantra

Hp: 087861187825