Keajaiban Melukat di Shiwa Linggam

Keajaiban Melukat di Shiwa Linggam

Upacara Melukat adalah upacara pembersihkan pikiran dan jiwa secara spiritual dalam diri manusia. Upacara Melukat ini dilaksanakan pada hari baik dan merupakan adat tradisi yang sudah dilakukan oleh umat manusia sepanjang jaman secara turun temurun dan masih terus dilakukan sampai saat ini. Pengertian penyucian secara rohani adalah proses untuk menghilangkan pengaruh kotor/klesa dalam diri manusia. Klesa artinya kotor. Klesa itu ada lima yaitu Awidya artinya kegelapan jiwa karena merasa pintar, kaya, muda, kuat, bangsawan, cantik atau ganteng. Asmita mementingkan diri sendiri, Raga mementingkan pengumbaran hawa nafsu, Dwesa adalah benci dan dendam, Abhiniwesa adalah rasa takut. Kalau lima klesa itu mendominasi hidup manusia, maka hidup tersebut yang disebut hidup yang kotor.

Adapun makna dari upacara Melukat ini, dalam setiap diri manusia mempunyai sifat buruk dan kotor, jadi sifat itu yang harus disucikan dan dibersihkan kembali.

Melukat berasal dari kata Sulukat Su baik dan lukat penyucian, jadi menyucikan diri guna memperoleh kebaikan, kerahayuan.

Ada berbagai kisah kenapa upacara melukat ini dilakukan:

Kisah Dewi Uma yang dikutuk dan menjelma menjadi mahluk menyeramkan, ditempatkan di setra gandamayu dan diberi nama Ra Nini, lalu muncul Batara Guru yang menyusup ke dalam diri Sadewa untuk menyucikan Ra Nini, dan mengembalikan Dewi Uma dalam wujudnya semula. Kemudian Dewi Uma mengajarkan cara membersihkan segala noda dan kejahatan dengan memohon air suci gangga kehadapan Dewa Shiwa, dengan memohon didepan Lingga Shiwam. Air yang disentuhkan di shiwa linggan akan secara ajaib berubah menjadi Turta Suci Gangga dengan berkat Dewa Shiwa.

Kisah Bima saat diutus Drona/Dorna  untuk mendapatkan air suci, lalu taktik Duryodana untuk menjebak Bima namun Bima justru bertemu dengan Mahadewa dalam wujud anak kecil yang menuturkan kerahasiaan air suci atau tirta amerta itu dan bisa didapat dengan menyebutuhkan air pada Shiwa Linggam , air yang mengalir dari Shiwa Linggan otomatis manjadi air sci , dan berguna untuk segala keperluan.

Kisah Meng Bekung yang menemukan telor raksasa saat dia pergi kehutan lalu di bawa pulang ke rumah, saat direbus untuk dijadikan lauk, telur tersebut menetas bukannya matang/masak dari telur yang menetas itu keluar seorang manusia berbadan setengah ular, lengkap dengan sisiknya ternyata telor raksasa tersebut adalah perujudan rasa malu Sang Hyang Siwa dan Dewi Uma, yang melakukan hubungan asmara di langit, untuk menutupi rasa malu akibat perbuatan mereka keduanya menjelma menjadi ular bermahkota dan meninggalkan sebutir telur. Saat terjadi petaka/musibah dikerajaan tempat Meng Bekung berasal dan sudah tidak dapat diatasi dengan cara apapun lalu seorang Rsi mendapatkan wangsit untuk melakukan persembahan dan korban tersebut adalah manusia setengah ular, atas perintah dari Rsi tubuh manusia ular tersebut dipotong-potong  untuk di jadikan ‘caru’ (korban), lalu potongan tubuh itu dibuang ke berbagai penjuru arah mata angin. Usai melakukan upacara itu tiba-tiba Sang Hyang Siwa muncul dan mengembalikan wujud manusia setengah ular itu menjadi utuh yang menjelma menjadi lelaki tampan dan kemudian memberi petunjuk mengenai prinsip pecaruan jagat dengan menyiratkan Tirta Shiwa ke upakara Pecaruan otomatis akan menyucikan semua roh jahat.

Adapun Proses upacara Melukat ini:

  • Upacara dipimpin oleh seorang Guru Made Sumantra atau yang di tunjuk mewakili, kemudian sesajen yang telah disiapkan diberikan mantra-mantra untuk mengundang kekuatan Sici Dewa Shiwa dan memohon berkat Panca Gangga. Dilakukan di depan Shiwa Linggam.
  • Orang yang akan yang akan di upacarai terlebih dahulu di mantrai oleh Oleh Guru Made Sumantra dengan Mantra khusus Rsi Markandeya..
  •  Setelah Proses pemantraan selesai orang yang diupacarai tersebut percikan/disiram dilukat (dibersihkan) dengan air yang disiramkan di Shiwa Linggam dan air yang mengalir ke Tanah di gunakan untuk melukat .
  • Setelah mandi air dari Shiwa Linggam, alangkah baiknya juga yang bersangkutan melakukan ritual mandi dengan memogon Tirtha ini di bawa kerumah di campur sedikit demi sedikit dengan air untuk mandi.

Dengan upacara Melukat ini, semua percaya dan mengharapkan seluruh hal hal yang bersifat kotor atau negatif terutama yang berada dalam diri dan pikiran, agar kembali bersih, suci dan  berisikan hal-hal yang positif untuk melanjutkan hidupan di masa yang akan datang.

Melukat Di Shiwa Linggamuntuk menyucikan diri, ketenangan jiwa, pikiran dan kedamaian hati adalah hal yang paling dicari oleh seluruh umat manusia di muka dunia ini. Namun bila semua itu tidak didasari dengan keyakinan  bahwa Tuhan yang Maha Esa yang memberikannya maka tidak berarti apa apa.

Ritual Melukatdi Shiwa Linggam Membersihkan Jiwa Raga Melalui Air
Salah satu elemen penting dalam kehidupan manusia di bumi adalah air. Hampir dua pertiga bagian bumi terdiri dari air, hal yang membedakannya dengan planet lain di jagat raya. Tidak hanya bumi, dua pertiga dari zat yang membentuk tubuh manusia juga air. Begitu pentingnya, air sudah menjadi kebutuhan sehari-hari dan manusia tidak bisa hidup tanpa air..
Dalam ritual melukat, selain sebagai tirtha, air juga dipakai sebagai sarana pembersihan diri jasmani dan rohani pada ritual yang disebut melukat..

Beberapa diantara umat melaksanakan melukat di Shiwa Linggam ini, sebagai simbol membersihkan diri dari segala kekotoran guna bisa berada dalam pikiran yang kembali bersih dan berisikan hal positip untuk melanjutkan kehidupan. Ada juga yang melakukannya untuk memperoleh kesembuhan dari penyakit, memperoleh keturunan, kewibawaan dan lainnya. Walau demikian kesemuanya merupakan permohonan yang ditujukan kepada Tuhan melalui perantara air dan kekuatan jnana , puja mantra Guru.

peruntukannyKekuatan air tithe yang akan muncul sesuai permohonan orang yang melukat. seperti tirtha penglukatan, pebersihan, sudamala, cetik (racun), dan sebagainya. Umat yang hendak melukat bisa memilih mana saja harus dilakukan. Sebagai persiapan, umat menghaturkan sesaji dan memanjatkan doa didekat Shiwa Lingam terlebih dahulu.  Melukat dimulai dengan menguyur kepala, membasuh muka maupun mandi beberapa saat dengan air yang keluar dari Yoni Shiwa Linggam. Usai melukat, umat kemudian melakukan persembahyangan terakhir.
Melukat menyucikan diri dengan perantara air guna mencapai kedamaian dan ketenangan jiwa raga merupakan hal yang banyak dicari oleh umat manusia. Semua didasari atas keyakinan bahwa Tuhan Yang Maha Esa yang memberikannya. Harmoni hubungan antara manusia, alam dan Tuhan harus selalu dijaga guna mendatangkan kebaikan hidup saat ini maupun dimasa yang akan datang.

Setiap tetesan air tirta memiliki vibrasi kesucian yang sangat kuat yang akan mampu membersihkan berbagai macam hal-hal negatif dan juga memberikan ketenangan dan kedamaian bagi seseorang yang melukat di Shiwa Linggam, Penglukatan juga berfungsi untuk membersihkan hambatan-hambatan pada garis nasib, rezeki dan jodoh seseorang, sehingga menyebabkan nasib, rezeki dan jodohnya menjadi bersinar dengan terang dan lancar tanpa hambatan. Di samping itu seseorang yang rajin melukat di Shiwa Linggam juga akan menjadi sehat dan tampak awet muda.

GURU MADE SUMANTRA

PASRAMAN MARKANDEYA YOGA- BALI

Email: balineseyoga@yahoo.com

HP: 087861187825

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s