Manusia Yang Tidak Mengenal dirinya Sebagai Manusia.

KENALILAH DIRI SENDIRI.
11169166_512873068865649_5724090842854598370_n
Bertanya sajalah kepada malam mengapa dirinya tidak takut kepada gelap. Dan jangan ragu bertanyalah juga kepada siang kenapa dirinya tidak resah tersengat panasnya matahari. Mengapakah mereka semua diam membisu, seakan tak pernah tahu pertanyaan itu ?. Bila belum puas bertanyalah kepada salju mengapakah dirinya begitu dengan dinginnya itu. Sungguhkah mereka tidak tahu keadaan diri mereka itu ?. Api tidak pernah tahu betapa panas dirinya bagi lainnya. Begitu juga salju tidak mengerti betapa dinginnya dirinya itu yang sanggup membekukan darah manusia. Api membakar semua dan salju akan membekukan semua juga. Apakah ada bedanya ?.
Bertanyalah kepada diri mengapakah diri kita juga tidak tahu atas keadaan dirikita yang menyandang predikat manusia ?. Padahal manusia dengan kesadarannya nya menjadi pusat bergerakan alam semesta itu sendiri. Seluruh alam materi akan berputar menuju kesadaran manusia. Sayang sekali banyak manusia yang tidak menyadari ini. Begitulah keadaanya. Hanya manusia yang diberikan kesadaran yang akan memahami hakekat ini bahwa entitas lain yang berada diluar dirinya sesungguhnya ingin selalu dekat dengan kesadaran yang ada dalam diri manusia.
Begitulah harta, uang, dan lainnya. Emas dengan daya tariknya, berusaha memikat kesadaran manusia agar terus saja mempertahankan keberadaan diri mereka diseputar kesadaran manusia. Anehnya tanpa manusia sendiri menyadari keadaan itu. Begitu juga berlian, intan permata, dan batu-batu indah lainnya. Mereka diberikan daya tarik agar mansuia-manusia terus mempertahankan kehadiran (eksistensi) diri mereka semua dalam kesadaran manusia. Uang, tahta, semua begitu keadaannaya, mereka eksis ketika kesadaran manusia memang mengakui kehadiran diri mereka.
Alam semesta memang diciptakan untuk memenuhi kebutuhan umat manusia maka karena itulah alam materi diciptakan memiliki energy untuk menarik kesadaran. Merekalah yang dengan menyengaja menuju kepada kesadaran manusia. Karena bila mereka mampu disadari keberadaannya oleh kesadaran benda itu akan eksis dalam kesadaran manusia. Jika suatu benda sudah eksis maka derajatnya naik dianatara benda-benda lainnya. Mereka dikatakan memiliki eksistensi di dunia materi. Mereka dikatakan materi yang memiliki derajat tinggi. Dengan kata lainnya, jika manusia telah mengenali mereka, maka sempurnalah keadaan diri mereka dihadapan Tuhannya. Begitulah keadaan entitas-entitas di alam materi. Sesungguhnya hakekatnya mereka tidak ada, sampai kemudian manusia menyadari keberadaan mereka, memberikan nama pada diri mereka barulah mereka eksis di alam dimensi materi. Untuk itulah mereka semua perlu manusia, untuk menngkatkan derajat dan menyempurnakan laku mereka didunia ini.
Sudah menjadi hukum alam setiap materi mereka memliki daya tarik yang menyebabkan manusia tanpa sadar menyukai mereka seperti ; emas, permata, berlian, dan batu-batu lainnya. Sebab mereka dianugrahkan kelebihan dibandingkan benda-benda lainnya, mereka memiliki nilai yaitu sebuah kekuatan yang mampu menarik dan memikat kesadaran manusia. Dengan kekuatan inilah, mereka mendekati manusia. Sebab hukum Tuhan kepada alam materi adalah mereka harus selalu siap untuk dipergunakan oleh manusia. Maka karena sebab itulah Tuhan mewajibkan kepada seluruh entitasi di alam ini agar dikenali oleh manusia. Dan karena sebab itu, maka seluruh entitas di alam materi akan berlomba-lomba agar disayangmanusia. Mereka merasa terhina jika jauh dari manusia .Begitulah keberadaan alam materi dengan keadaan masing-masing diri mereka itu.
11891088_523399007813055_1166804052473711033_n 11892205_523398837813072_9041491727403108727_n 11898585_523398387813117_474094104169269577_n 11898832_523398197813136_5494976026740261817_n 11899810_523398427813113_8603518335469855629_n 11902497_523398291146460_4192521365342877597_n
Kalau begitu ini bukanlah mimipi. Seseorang yang mampu menyelaraskan kesadaran nya dan memperkuat eksistensi kesadaran nya, maka dia akan menguasai alam materi. Jika alam materi sudah harmoni dengan dirinya maka dia akan mampu menarik harta kekayaan dan lainnya menuju kepada dirinya. Semakin kuat kesadaran nya maka semakin banyaklah materi yang bersedia mengikuti dirinya untuk dikenali. Emas, intan, berlian, seluruh harta kekayaan manusia akan dengan mudah dalam genggamannya. Maka kenapakah manusia enggan mengenali dirinya, jika ingin kaya ?.
Tidakkah manusia sadar bahwa bukti kekuasaan Tuhan ada pada diri manusia itu sendiri. Materi akan bergerak mengitari kesadaran manusia. Itulah hukum Tuhan. Patutkah manusia takut akan miskin jkalau mengetahui hukum ini ?. Kenalilah kesadaran jika ingin materi mengitari diri kita. Begitu sederhanannya hukum Tuhan. Sungguh Tuhan Maha Pemurah.
Mengapakah manusia meragukan kemampuan dirinya ini. Bukankah ini suatu pengagungan yang nyata dari Tuhan sang penciptanya, terhadap manusia itu sendiri. Mengapakah kemudian manusia menjadi terjatuh ke dalam iba diri. Merasa paling sengsara, merasa paling hina, merasa paling ..dan paling..dan paling. Dua litas, dua kutub, disisi kiri merasa paling sengsara disisi kanan merasa yang paling kaya. Disisi kiri merasa makhluk ternista disisi kanan merasa sebagai makhuk tersuci di dunia. Begitulah keadaan jiwa-jiwa manusia. Sebab mereka semua telah gagal mengenali siapakah sesungguhnya jatidiri mereka. Jatidiri entitas yang diajarkan Tuhannya.
Jika sudah terjatuh kedalam persepsi iba diri itu, manusia kemudian tidak yakin bahwa Tuhan Maha Pemurah. Tuhan telah memberikan seluruh alam semesta untuk dikelola manusia. Hanya saja alam semesta dan manusia sudah diciptakan dengan susunan yang tertata. Maka manusia harus mampu membaca kemampuan dirinya. Jika tidak mampu membaca ini bagaimana kita manusia dapat mempergunakan untuk kemaslahatan dirinya. Jika kita diberikan sebuah mobil dan kemudian kita tidak mampu membaca buku manualnya. Bukankah mobil tersebut akan dapat mencelakakan dirinya saja ?.
Manusia hanya diminta untuk mengenal dirinya, mengenal kesadaran nya.Jika kesadaran nya telah terbuka dari kegelapannya, maka dengan sendirinya banyak sekali materi yang datang kepada dirinya untuk meminta agar diri mereka dipergunakan oleh tangan kita. Sebab bagi mereka itu adalah sebuah anugrah. Begitulah materi, semisal harta, uang, dan lain sebagainya. Sangat mudah sekali bagi orang yang berserah agar dirinya menjadi kaya raya. Tinggal kenalilah kesadaran nya, selaraskan dengan alam. Maka perhatikanlah, perlahan alam materi akan merespon, banyak sekali kemudahan yang kemudian mengalir kepada dirinya. Harta , tahta, dan wanita akan berada dalam genggamannya.

11866427_523399154479707_6664721734984711326_n

Namun , apakah manusia yang berserah membutuhkan harta ?. Harta bagi orang berserah hanya sebuah fatamorgana, semu saja. Mereka tetap lurus kepada Tuhan. Maka bagi yang terus mengejar materi meraka akan menghadapi kekecewaan satu demi satu. Sebab hakekat kebahagiaan bukan dari banyaknya harta benda kita. Mereka manusia berserah akan langsung menuju kepada Tuhan. Mereka pasrah berserah atas karunia apapun yang Tuhan berikan atas diri mereka. Mereka tidak merisaukan akan harta benda lagi. Mereka mempergunakan harta dengan kesadaran diri yang tinggi. Sebab memang mereka membutuhkan untuk di jalan Tuhan. Hati mereka telah bertaut kepada Tuhan. Mereka tenang, tidak pernah bersedih, apalagi takut dalam hidup ini. Itulah para kesatria pilihan.Para wakil-wakil Tuhan yang tengah dipersiapkan alam ini.

11891088_523399007813055_1166804052473711033_n

Markandeya Yoga Indonesia
Guru Made Sumantra
www.markandeyayoga.wordpress.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s