Menemui Sang Atman

Hukum Satu Getaran

AYMAN ADALAH AKU YANG SUJATI.

AKU SEJATI
Hyang Widhi /Tuhan mengingatkan bahwa sebelum mengenal Dia (Tuhan) maka manusia diminta untuk memahami “Aku” nya sendiri sebagai sarana atau jalan untuk menuju pengenalan AKU-TUHAN? Itu karena dalam “Aku” termuat rahasia AKU-NYA.
Pembahasan tentang pengenalan diri ini adalah kunci jalan spiritual. Sehingga menyelami kesadaran diri yang sebenarnya, dan mengenali hakikat ruh yang biasa menyebut dirinya “Aku” adalah cukup penting dan menjadi bangunan suci ibadah hidup manusia. Saya tidak akan lagi bicara soal dalil-dalil. Ibaratnya kita melakukan Pemujaan , kita tidak lagi butuh dalil, akan tetapi kita tinggal memasuki keadaan pemujaan yang sebenarnya yang sebenarnya. Diskusi kita sudah selesai dalam hal hukum-hukum kebenaran Tuhan.
Perenungan tentang hakikat Atman ini mau tidak mau membawa kita pada khasanah filsafat manusia. Namun tidak perlu kita masuki terlalu dalam wacana filsafat apa hakekat manusia sesungguhnya. Yang jelas, bahwa manusia adalah makhluk sempurna yang telah diberi mandat untuk menjadi wakil Tuhan di muka bumi.
Selain unsur biologis fisik yang sangat kompleks mulai dari kaki hingga otak, susunan dalam mental dan kerohaniannya terdapat sifat yang tertinggi meskipun masih terdapat daya kemauan yaitu KEKUATAN SANG “AKU”, yang merupakan KEKUATAN yang diterima dari Yang Maha Mutlak.
Tubuh biologis dan mental keinginan nafsu adalah milik manusia. Namun bukan manusia itu sendiri. Sebelum manusia (“Aku”) dapat menguasai atau mengalahkan atau mengarahkan benda yang menjadi miliknya terlebih dahulu ia harus menyadari dirinya secara benar. Ia harus dapat membedakan mana yang merupakan Aku dan mana yang merupakan milik Aku, dapat membedakan mana yang Aku dan mana yang bukan Aku.
Yang harus disadari: SANG AKU BERSIFAT ABADI – TIDAK BISA MATI -TIDAK BISA RUSAK. AKU MEMILIKI KEKUASAAN, KEBIJAKSANAAN DAN KENYATAAN. AKU INILAH YANG AKAN KEMBALI POSISI ASALNYA: SESUNGGUHNYA AKU ADALAH BERASAL DARI Hyang Widhi DAN KEPADA-NYA-LAH AKU KEMBALI…

.
Orang modern yang sejak lahir hingga dewasa selalu hidup dan mengarahkan dirinya dalam kesemestaan benda-benda material beranggapan bahwa rasa keakuan mereka hanya merupakan kesadaran mengenai nafsu badani pemenuhan keinginan, pemuasan kesenangan, memperoleh kenyamanan bagi dirinya. Bagian bawah dari batin naluri merupakan tempat rasa keakuan orang-orang primitif. Bila seorang primitif mengatakan “Aku”, maka yang dimaksud adalah badannya. Badan ini mempunyai perasaan, keinginan dan nafsu. Mereka menggunakan daya pikirnya guna memenuhi nafsu dan keinginan fisiknya, padahal mereka sebenarnya hidup dalam tingkat batin naluri.
Setelah menyadari ketololannya dan beranjak tua, manusia harusnya semakin tinggi pendakian spiritualnya.

 

Mulailah ia mempunyai konsep tentang Aku nya yang lebih lengkap. Bila ia mulai menggunakan akalnya, maka ia pindah dari tingkat batin naluri ke tingkat batin mental. Ia mulai merasakan bahwa batinnya adalah lebih nyata bagi dirinya dari pada badannya, bahkan kadang ia melupakan badannya bila sedang terbenam dalam pemikiran secara serius.
Setelah kesadaran orang meningkat yaitu kesadarannya berpindah dari tingkat mental ke tingkat kerohanian ia menyadari bahwa “Aku” yang sebenarnya adalah sesuatu yang lebih tinggi dari pada pikiran, perasaan dan badan fisiknya, bahwa semuanya ini dapat digunakan sebagai alat saja.

 

Pasraman Markandeya Yoga

Guru Made Sumantra

Hingga akhirnya orang benar-benar merasakan sebagai Aku yang sebenarnya (AKU SEJATI).
Berikut cara mengembangkan atau membangkitkan kesadaran Aku yang suci. Ini merupakan latihan yang harus disadari, sebab kita tidak akan bisa melakukan pendekatan kepada Hyang Widhi kalau tidak menyadari hakekat diri yang hakiki. Kesadaran “Aku” ini merupakan langkah pertama pada jalan menuju mendapatkan PENCERAHAN yang merupakan realisasi hubungan Aku dengan Yang Maha Agung.
MENEMUKAN AKU SEJATI
Carilah tempat atau ruangan, yang terbebas dari gangguan, agar batin anda merasa aman dan tenang. Anda boleh duduk, berbaring, maupun berdiri yang enak agar anda dapat mengendorkan otot-otot dan membebaskan ketegangan syaraf. Lepaskan ketegangan dan biarkan otot-otot menjadi lemas, sampai terasa tenang dan damai meresapi seluruh tubuh. Istirahatkan badan dan pasrahkan seluruh jiwa raga. Atau lakukanlah dengan posisi berdiri, hal ini dilakukan untuk menghindari mudah terlena dan tertidur …
Setelah berpengalaman hendaknya mampu melakukan pengendoran badan dan menenangkan pikiran dimana pun dan kapanpun anda memerlukannya. Ingat bahwa keadaan Jpa Yoga harus berada di bawah penguasaan kemauan yang keras. Di dalam melakukan praktek Japa Yoga harus diterapkan pada waktu yang tepat dan atas kemauan sendiri. SADARI BAHWA AKU ADALAH HAKIKI NYA MANUSIA YANG TIDAK PERNAH TIDUR – TIDAK MATI – ABADI, …SELALU SADAR TIDAK PERNAH MENGALAMI SEDIH DAN TAKUT … AKU SANG ROH SUCI (Atman) YANG MAMPU MENEMBUS ALAM MIMPI Alam Gaib DAN ALAM DEWATA…
Sekarang anda memasuki tahapan yang menyebabkan Aku merasa sebagai makhluk mental. Kalau anda memejamkan mata anda akan merasakan dan bisa membedakan mana Aku yang sebenarnya … disitu ada aku yang memperhatikan sensasi badan, seperti misalnya : lapar, haus, sakit, sensasi yang menyenangkan, kesedihan. Anda akan merasakan ternyata bukan aku sebenarnya yang lapar, sakit dan sedih, akan tetapi itu adalah sensasi badan yang dimiliki oleh sang Aku.

Aku sejati mengatasi semua itu tadi…
MUlai sekarang, melepaskan diri dari yang bukan hakiki, agar tidak diombang-ambingkan oleh tubuh anda sendiri. Sadari AKU ADALAH YANG MENGUASAI PERASAAN DAN PIKIRAN, JADILAH TUAN ATAS DIRI ANDA … keluarlah anda seperti melepaskan baju, lalu tinggalkan dan jangan anda memikirkan semuanya itu. Karena badan anda mempunyai batin naluri yang akan bergerak menurut fungsinya. Perhatikan saat anda tidur … Aku anda meninggalkan tubuh anda tanpa harus memikirkan bagaimana nantinya badanku, kenyataannya tubuh bekerja menurut yang dikehendaki oleh nalurinya sendiri.
SADARKAN SANG AKU. HUBUNGKAN DENGAN SUMBER YANG MAHA MUTLAK …HADIRLAH DIHADAPAN-NYA SEBAGAIMANA KESAKSIAN AKU DIALAM `Kebdain …PANGGILLAH …PENUH SANTUN YA Hyang Widhi … YA Hyang Widhi … TUNDUKKAN JIWA ANDA DENGAN HORMAT … DAN DATANGLAH KEHADIRAT-NYA DENGAN TERUS MEMANGGIL YA Hyang Widhi …YA Hyang Widhi … TIMBULKAN RASA CINTA YANG DALAM …HADIRLAH TERUS DALAM Japa Yoga … BIARKAN SENSASI PIKIRAN DAN PERASAAN MELAYANG-LAYANG …SADARKAN DAN KEMBALIKAN BAHWA AKU BUKAN ITU SEMUA … AKU ADALAH YANG MENYAKSIKAN SEMUANYA … BERSAKSILAH DENGAN MENGUCAPKAN DUA KALIMAT Oh HYang Widhi Oh Hyang Widhi … Sampaikan Doa untuk semesta Alam . TERUSKAN AKU MELAYANG MENEMBUS SEMUA ALAM-ALAM YANG MENGHALANGI, BIARKAN AKU BERJALAN MENUJU YANG MAHA TAK TERHINGGA …

 

 

PENGALAMAN GURU MADE SUMANTRA

Saya sadar pertemuan pertama dengan kekuatan hidup terjadi selama meditasi. Hanya seorang pemula pada saat itu, kesadaran saya ditarik ke dalam, cahaya putih murni. Masih duduk di kursi, rasanya seolah-olah saya telah memasuki dimensi lain. Seluruh episode pasti hanya berlangsung beberapa detik tapi kali tampak berdiri diam. Perasaan dalam ruang ini adalah hangat, dukungan penuh kasih. Aku datang rumah!

Sebuah suara di luar menarikku kembali dari tempat ini mengagumkan, kembali kesadaran ke ruangan di mana saya Sabtu. Emosi pertama saya merasa jengkel karena telah kehilangan koneksi, kemudian menyesal karena telah kehilangan kontak dengan sumber ini. Aku berusaha sangat keras untuk mendapatkan kembali akses sekali lagi, tidak berhasil.

Pada saat itu aku tidak tahu apa yang telah terjadi, hanya itu yang saya butuhkan untuk pergi ke tempat ini lagi. Dengan belajar datang pemahaman yang membawa wawasan dan kejelasan. Saya telah menyentuh sebentar percikan berada dalam diri kita semua. Ini adalah atman, jiwa.

Kesadaran lebih lanjut energi ini datang dalam sebuah seminar tentang Ayurveda. Praktisi telah memilih tiga orang dari para penonton untuk datang ke panggung untuk mewakili tiga doshas, ​​Vata, Pita dan Kapha. The Kapha ia memilih adalah wanita yang sangat gemuk. Dia tampak malu dan yakin pada dirinya sendiri. Aku merasa kasihan padanya dan diam-diam berterima kasih padanya untuk memiliki keberanian untuk diasingkan. Saat pikiran ini penyayang diarahkan padanya, aliran energi cahaya, seperti tali, menembak dari daerah mata ketiga dan memasuki miliknya. Saya tidak yakin apakah ini benar-benar telah terjadi, itu terjadi begitu cepat. Sebagai aliran cahaya menemukan target itu, kepala praktisi berbalik untuk melihat mana balok itu berasal. Dia tersenyum padaku dan aku tahu bahwa ia telah melihat itu juga.

Ini contoh set-up keinginan untuk pengetahuan lebih lanjut. Saya telah menyadari sesuatu yang luar biasa. Sebagai peneliti saya butuhkan untuk mengetahui lebih lanjut. Perjalanan ini menyebabkan penemuan banyak modalitas penyembuhan. Penelitian lebih lanjut mulai mengungkap keberadaan seperangkat hukum universal. Hukum-hukum penciptaan menawarkan kita masing-masing peta jalan melalui kehidupan.

Hukum Getaran One ada dalam segala hal, memberikan harapan hidup. Ini memastikan kerja sistem disengaja seperti detak jantung dan pernapasan. Hanya setelah kematian tubuh apakah itu ekstrak karena memasuki proses transisi (Hukum Transisi). Sumber energi ini telah disebut medan terpadu dan ketidaksadaran kolektif. Ini berisi semua pengetahuan tentang hal-hal yang telah pergi sebelum serta pengetahuan tentang hal-hal yang belum datang. Ini adalah cahaya penuh kasih yang mendukung dan menopang kita di bumi serta luar, dapat diakses dengan menjadi satu dengannya. Kita dapat memasukkannya kapan saja untuk menemukan harta tersembunyi di sana. Tidak ada yang ditolak masuk ke dalam dunia ini. Satu-satunya halangan adalah kesalahpahaman, kurangnya pengetahuan atau penolakan keberadaan itu. Setelah akses tercapai kita dapat yakin untuk mendapatkan informasi dan bimbingan yang kita inginkan. Kita menjadi satu dengan cahaya.

Satu-satunya pertanyaan yang tersisa adalah bahwa lokalitas. Energi inilah eksternal atau apakah itu ada dalam diri kita? Penelitian telah membuat saya percaya bahwa itu adalah baik eksternal dan internal. Hal ini mencakup semua, mana-mana dan mahakuasa, terus memancar

Baru-baru ini salah satu panduan saya berjalan ke arahku dengan tangan terentang, tangan tertangkup. Dalam telapak tangannya beristirahat sebuah bola energi cahaya, berdenyut dengan Tenaga kehidupan, sebuah cahaya yang megah. Dia menawarkannya kepada saya mengatakan, “Anda bisa mengarahkan ini di mana saja Anda inginkan.” Aku memilih untuk menerima karunia ini pengetahuan dengan rasa syukur, sebagai tol penyembuhan, tahu dapat dikirim di mana saja kapan saja, sesuai kebutuhan.

Panduan utama saya, Atman , telah dengan saya untuk semua banyak kehidupan. Dia datang kepada saya sebagai cahaya putih menyatakan, “Saya datang kepada Anda tanpa bentuk fisik karena saya tidak ingin Anda untuk membatasi saya, saya dapat datang kepada Anda dalam berbagai cara;.. Bahkan terkecil ini adalah kemampuan saya terbuka untuk saya. ”

Pernyataan ini membuat saya berpikir tentang fakta bahwa dia murni, cahaya putih, bisa masuk di mana saja bahwa cahaya ini ditemukan – dalam semua makhluk hidup. Mungkinkah makhluk berevolusi menjadi berada dalam kekuasaan satu, menyediakan itu dengan cinta dan pengetahuan yang terkandung dalam? Mungkin kita semua bisa berada dalam energi ini sekali tingkat tertentu pencerahan telah dicapai.

Mungkinkah cahaya ini menjadi apa beberapa sebut sebagai Tuhan?

Ketika ia menemukan hukum universal,Guru Made Sumantra menyadari bahwa ia telah menemukan kunci untuk pemberdayaan diri. Kesadaran dan pemahaman tentang hukum-hukum alam memungkinkan untuk keterlibatan pro-aktif dalam interaksi sehari-hari dengan orang lain. Pengetahuan ini menjadi dasar bagi kebutuhan untuk menghilangkan negatif dan ketakutan, untuk menjaga dari keadaan buruk

Contac Us:

Guru Made Sumantra

Address: Lungsiakan Rd, Kedewatan, Ubud, Bali, Indonesia.

www.yogahealingbali.com

Email:  balineseyoga@yahoo.com

Call: 087861187825

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s