Pidhaaya Sarvadvaaraani vaayum bahih prayacchati , murdhaanam vayoonadhidya praanaayaamo nigadyate.

PRANAYAMA.

10405566_108077209530166_2701394172676325197_n

Pada Markandeya Yoga  kita akan masuk ke Pranayama Ang Ah ( Rwa Bhineda Pranayama ), Tri Murthi Pranayama ( Ang Ung Mang ) .

Rwa Bhineda Pranayama, akan dipandu khusus dalam pelatihan, namun sebelumnya perlu dipahami maknanya.

Kita tentu tidak asing lagi dengan istilah Rwa Bhinneda. Kata Rwa Bhinneda sangat akrab dengan kehidupan masyarakat. Rwa Bhinneda adalah sebuah konsep perbedaan yang diciptakan Tuhan untuk menciptakan keharmonisan dan keseimbangan alam semesta? Dalam pranayama suaranya Ang Ah.  Secara harfiah, Rwa Bhinneda terdiri dan 2 (dua) kata yaitu Rwa dan Bhinneda, yang mengandung arti Rwa berarti 2 (Dua) sedangkan Bhinneda berarti Berbeda, Perbedaan.

Berangkat dengan pemahaman diatas, lalu orang mengartikan, bahwa setiap 2 (dua) hal yang berbeda dan nampak bertentangan selalu diistilahkan dengan Rwa Bhinneda. Padahal berbicara masalah Rwa Bhinneda, pemahaman dan pemaknaannya tidak hanya terlihat dalam konteks arti secara harfiah. Rwa Bhinneda, sejatinya membahas tidak hanya membahas yang nampak secara harfiah.

Setiap perbedaan yang ada dimuka bumi ini sering dihubung-hubungkan dengan Rwa Bhinneda sehingga suatu kejadian sering di-excuse karena konsep Rwa Bhinneda tersebut. Rwa Bhinneda dalam pemahaman masyarakat, sering diartikan suatu sistem yang memutar kehidupan berkrama (bermasyarakat). Dengan kata Rwa Bhinneda ini, suatu perbuatan atau keadaan, maupun waktu yang senantiasa bertentangan. Dengan pertentangan inilah, hidup ini berputar.

Tentu terjadi pergeseran pemahaman dalam masyarakat tentang Rwa Bhinneda. Sejatinya Rwa Bhineda, tidak berhubungan langsung dengan perbuatan atau karma. Rwa Bhinneda memiliki hakikat yang sangat rahasia dan esensial. Sehingga tidak semua yang nampak bertentangan disebut Rwa Bhinneda.

Rwa Bhinneda, tidak berhubungan langsung dengan karma atau baik buruknya suatu perbuatan, namun ia bagian esensial dan suatu penciptaan hidup dan kehidupan ini, ia subyek subhasubha karma. Dengan demikian Rwa Bhinneda tidak ditentukan oleh nilai, misal kelahiran seorang wanita bukanlah sebuah kesalahan, demikian halnya laki laki bukanlah sebuah kebenaran. Berbeda dengan subha-subha karma atau baik buruknya perbuatan perjalanannya menentukan dan ditentukan oleh nilai. Orang berbuat baik pasti bernilai baik di mata Tuhan, bila berbuat buruk pasti mendapatkan ganjaran dari Tuhan.

Apapun maknanya konsep Rwa Bhinneda telah membentuk karakter orang untuk toleran dan menghargai setiap perbedaan. Kekuatan ini akan selalu membuat kebinguan hidup, dan menggoncangkan jiwa kita, kekuatan dasar ini ada pada semesta alam termasuk diri kita. Kekuatan ini perlu kita seimbangkan , caranya dengan berlatih mengontrol energynya memalui Rwa bhineda Pranayama.

11536050_108076816196872_1904598352373106048_n

TRI MURTHI PRANAYAMA.

( Ang Ung Mang, Api ,Air ,Udara )

Konsep kekuatan energy hidup memiliki keunikan. Tuhan memiliki manifestasi kekuatan penting dalam kehidupan kita. Kekuatan Tuhan ini memegang kendali dan memiliki tugas-tugas tertentu. Masing-masing ketiga energy ini  memiliki tugasnya sendiri.. Trimurti merupakan istilah untuk menyebutkan tiga kekuatan dominan yang memegang kuasa penuh terhadap tugas-tugas berat. Kekutan itu sebagai pencipta, pemelihara dan pelebur kehidupan.Kekuatan Ang manifestasi tuhan dalam hal penciptaan semesta. Dia berwujud api penciptaan, semangat untuk mencipta, yang ada pada diri setiap mahluk.Kekuatan Ung sebagai pemelihara semesta dan segala ciptaan dari Ang. Dan Kekuatan Mang, adalah kekuatan yang menghancurkan segala sesuatu yang tidak berguna di ala mini, termasuk pada diri kita. Ketiga kekuatan ini harus selalu di bangkitkan dengan praktek pranayama, sehingga hidup kita menjadi seimbang, kuat dan sehat selalu.

Jika ketiga kekuatan energy ini bergabung menjadi satu, akan menunggal menjadi AUM-OM, dalam keadaan ini, kekuatan kita seimbang dengan kekuatan alam semesta.

10435910_108077252863495_3832224002057816267_n

PRANAYAMA SUNYA.

 Pidhaaya Sarvadvaaraani vaayum bahih prayacchati , murdhaanam vayoonadhidya praanaayaamo nigadyate.

Tutuplah segala lubang, mata, hidung, telinga,isaplah udara, konsentrasi tembuskan ke ubun-ubun, jika sudah terasa penuh terkendali. Biarkanlah keluar melaui hidung secara perlahan-lahan, itulah yang disebut dengan konsentrasi pengaturan nafas, atau Pranayama Yogi sujati.

Pranayama tidak hanya pengaturan pernafasan saja, namun bagimana mengetahui kekuatan dibalik nafas dan cara kerjanya di dalam tubuh. Segala bentuk siddhi bisa muncul, kekuatan cakra akan di kembangkan, sesuinya energy diri dengan alam, akan menimbulkan terwujudnya kehendak dengan nyata.