TATRA PRATYAIKATANATA DHYANAM

DHYANA

10410152_779019602166577_5456002674271789503_n

TATRA PRATYAIKATANATA DHYANAM
Artinya :
Aliran pengetahuan yang terus menerus pada obyek itu, adalah dhyanam

Dhyana artinya terpusatnya pikiran pada suatu obyek secara berkala dan terus-menerus tanpa tergoyahkan, melalui dhyana maka berkembanglah kualitas kesadaran murni.

“Tidur, melemparkan pikiran, keterikatan pada benda-benda, keinginan halus dan ngidam, kemalasan, kurangnya Brahmacharya, kerakusan semua hambatan dalam meditasi ,Mengurangi keinginan Anda.. Memupuk dispassion. Anda akan memiliki kemajuan dalam Yoga. Vairagya menipis pikiran. Menyendiri. Jangan banyak bicara Jangan makan banyak.. Jangan tidur banyak. Jangan mengerahkan banyak tenaga. Jangan pernah bergulat dengan pikiran selama meditasi. Jangan menggunakan upaya kekerasan pada konsentrasi. Jika pikiran jahat memasuki pikiran Anda. Anda akan kehilangan energi Anda.. Anda akan kelelahan sendiri. Semakin besar usaha yang Anda buat, semakin banyak pikiran jahat akan kembali dengan kekuatan berlipat Jadilah acuh tak acuh.. Menjadi saksi pikiran. Mereka akan berlalu Jangan pernah melewatkan satu hari dalam meditasi.. Keteraturan adalah sangat penting. Ketika pikiran lelah, tidak berkonsentrasi. Jangan mengambil makanan yang berat di malam hari.

Pikiran masuk ke dalam kondisi negara luas. karena terdiri dari tiga kualitas: Sattva, Rajas dan Tamas. Kshipta (mengembara), Vikshipta (gathering), Mudha (bodoh), Ekagra (satu titik), dan Nirodha (bertentangan) adalah lima negara dari pikiran.

Dengan mengontrol pikiran para Sadhaka mencapai siddhi besar. Dia menjadi mahir. Dia mencapai Asamprajñata Samadhi atau Kaivalya. Jangan mengejar siddhi. Siddhi adalah godaan yang besar. Mereka akan membawa kejatuhan Anda. Mengendalikan pikiran dengan Abhyasa (praktek) dan Vairagya (dispassion). Setiap praktek yang memantapkan pikiran dan membuat satu titik adalah Abhyasa. Vairagya kusam tidak akan membantu Anda dalam mencapai kesempurnaan dalam Yoga. Anda harus memiliki Para Vairagya atau Theevra Vairagya, dispassion intens “-.

Dhyana adalah suatu keadaan dimana arus pikiran tertuju tanpa putus-putus pada objek yang disebutkan dalam Dharana itu, tanpa tergoyahkan oleh objek atau gangguan atau godaan lain baik yang nyata maupun yang tidak nyata. Gangguan atau godaan yang nyata dirasakan oleh Panca Indria baik melalui pendengaran, penglihatan, penciuman, rasa lidah maupun rasa kulit. Ganguan atau godan yang tidak nyata adalah dari pikiran sendiri yang menyimpang dari sasaran objek Dharana. Tujuan Dhyana adalah aliran pikiran yang terus menerus kepada Tuhan melalui objek Dharana. “Tatra pradyaya ekatana dhyanam” Artinya : Arus buddhi (pikiran) yang tiada putus-putusnya menuju tujuan (Tuhan). Kaitan antara Pranayama, Pratyahara dan Dhyana sangat kuat, dinyatakan oleh Maharsi Markandeya sebagai berikut : “Pranayamair dahed dosan, dharanbhisca kilbisan, pratyaharasca sansargan, dhyanena asvan gunan : Artinya : Dengan pranayama terbuanglah kotoran badan dan kotoran buddhi, dengan pratyahara terbuanglah kotoran ikatan (pada objek keduniawian), dan dengan dhyana dihilangkanlah segala apa (hambatan) yang berada diantara manusia dan Tuhan.

10390336_790323717702832_5931610934375132527_n10484926_790323851036152_9183529895500305981_n10959648_790323687702835_7547021293384394587_n

Cara Melakukan.

Lakukan Jyotir Meditasi, merasakan cahaya Ilahi selalu melindungi kita dan menyicikan kita. Sehingga suka dan duka kita akan rasakan sama, pikiran tidak goncang lagi.

“Nirdvandvam nirvikaaram ca nisskatam acalam tatha, Yad rupam dhyaate nityam tad dyanaam iti katyate “.

 

 

 

 

Advertisements